Skip to main content

Posts

BAB V TEKNIK PRODUKSI TANAMAN - CHAPTER V PRODUCTION PLAN TECHNIQUES

A. Menyiapkan lahan produksi Dalam proses produksi tanaman, pekerjaan menyiapkan lahan meliputi kegiatan pengolahan tanah, pembuatan bedengan, dan saluran drainase, serta lubang tanam. Namun demikian, tidak selalu lahan produksi tanaman dilengkapi dengan bedengan dan saluran drainase, serta lubang tanam. Keadaan tersebut disesuaikan jenis tanaman, pertimbangan kemudahan pengelolaan, dan efisiensi ekomis persiapan lahan. Mengolah tanah bermakna mengelola tanah agar struktur tanah berubah menjadi gembur. Pengolahan tanah berarti membalik lapisan tanah bawah ke permukaan tanah agar ada pertukaran udara, peresapan air, dan memudahkan masuknya sinar matahari. Dari proses ini tanah akan berubah menjadi gembur. Tanah nan gembur akan memudahkan akar tanaman masuk ke dalam tanah dan menyerap unsur hara. Pengolahan tanah secara umum adalah menciptakan kondisi tanah yang paling sesuai untuk pertumbuhan tanaman dengan usaha yang seminimun mungki. Namun demikian, secara rinci peng...

BAB IX KULTUR JARINGAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA - CHAPTER IX CULTURE PLANT NETWORK FOOD AND HORTICULTURE

Sanitasi dan Teknik Aseptik dalam Kultur JaringanTanaman Salah satu faktor pembatas dalam keberhasilan kultur jaringan adalah kontaminasi yang dapat terjadi pada setiap saat dalam masa kultur. Kontaminasi dapat berasal dari: 1. Eksplan, baik kontaminasi eksternal maupun internal. 2. Organisme kecil yang masuk ke dalam media seperti semut. 3. Botol kultur atau alat-alat tanam yang kurang steril. 4. Lingkungan kerja dan ruang kultur yang kotor (banyaknya spora jamur di udara). 5. Kecerobohan dalam pelaksanaan. Teknik aseptik yang harus diperhatikan meliputi sanitasi lingkungan kerja, sterilisasi alat-alat dan media kultur, dan sterilisasi bahan tanaman. Sanitasi Lingkungan Kerja Lingkungan kerja untuk teknik kultur jaringan dapat dibagi atas lingkungan umum dan lingkungan spesifik. Yang dimaksud dengan lingkungan umum adalah ruangan transfer secara keseluruhan, sedangkan lingkungan spesifik adalah lingkungan di dalam laminar air flow cabinet (LAF) dimana proses penanam...

BAB IV PERALATAN DALAM KEGIATAN AGRIBISNIS PERBENIHAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN - EQUIPMENT IN AGRIBUSINESS ACTIVITIES AND CULTURE OF PLANT NETWORK

Peralatan dalam kegiatan kultur jaringan tanaman      Secara rinci peralatan yang digunakan dalam kegiatan kultur jaringan tanaman diuraikan pada bab IX. Pada bagian ini hanya dijelaskan secara umum peralatan yang digunakan pada kegiatan kultur jaringan tanaman.      Kegiatan kultur jaringan tanaman dalam konteks peralatan yang digunakan dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu menyiapkan media kultur, menyiapkan bahan eksplan, isolasi dan penanaman eksplan atau subkultur, serta aklimatisasi. Peralatan utama yang digunakan dalam menyiapkan media kultur adalah timbangan analitik, gelas piala, gelas ukur, labu ukur, botol-botol kultur, ph-meter, autoklaf, panci masak, kompor gas, hot plate dengan magnetic stirer, pengaduk, agar dispenser, dll. Alat-alat gelas yang diperlukan adalah jenis standar dengan berbagai ukuran.      Peralatan yang diperlukan dalam menyiapkan bahan eksplan sangat bervariasi, tergantung kepada jenis eksplan yang...

BAB III. PEMBIAKAN TANAMAN - CHAPTER III. PlLANTING PLANT

Pohon Induk (Mather Plant) Pohon induk adalah tanaman pilihan yang dipergunakan sebagai sumber bahan setek, cangkok, atau batang atas (entres/budwood) pada sistem penempelan (budding) atau penyambungan (grafting). Pohon induk dapat berupa tanaman kecil ataupun tanaman besar yang sudah berbuah (produktif) yang berasal dari pembiakan vegetatif (asexual) atau tanaman dewasa yang telah berbuah yang dibiakkan dari biji setelah dilakukan evaluasi terhadap keunggulannya. Persyaratan pohon induk Tanaman induk harus memiliki sifat unggul dalam hal produksi dan kualitas buah serta memiliki ketahanan terhadap cekaman lingkungan (lahan kering, tergenang, atau tanah masam) dan serangan organisme penggangu tanaman (OPT). Nama kultivar pohon induk dan asal-usulnya (nama pemilik, tempat asal) harus jelas, sehingga memudahkan pelacakannya. Tanaman induk yang berasal dari biji harus sudah berproduksi minimal lima musim untuk mengetahui kemantapan sifat unggul yang dibawanya secara alami...