Skip to main content

BAB IV PERALATAN DALAM KEGIATAN AGRIBISNIS PERBENIHAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN - EQUIPMENT IN AGRIBUSINESS ACTIVITIES AND CULTURE OF PLANT NETWORK

Peralatan dalam kegiatan kultur jaringan tanaman
BAB IV PERALATAN DALAM KEGIATAN AGRIBISNIS PERBENIHAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN - EQUIPMENT IN AGRIBUSINESS ACTIVITIES AND CULTURE OF PLANT NETWORK

     Secara rinci peralatan yang digunakan dalam kegiatan kultur jaringan tanaman
diuraikan pada bab IX. Pada bagian ini hanya dijelaskan secara umum peralatan yang
digunakan pada kegiatan kultur jaringan tanaman.

     Kegiatan kultur jaringan tanaman dalam konteks peralatan yang digunakan dibagi ke
dalam 4 kelompok, yaitu menyiapkan media kultur, menyiapkan bahan eksplan, isolasi
dan penanaman eksplan atau subkultur, serta aklimatisasi. Peralatan utama yang
digunakan dalam menyiapkan media kultur adalah timbangan analitik, gelas piala, gelas
ukur, labu ukur, botol-botol kultur, ph-meter, autoklaf, panci masak, kompor gas, hot
plate dengan magnetic stirer, pengaduk, agar dispenser, dll. Alat-alat gelas yang
diperlukan adalah jenis standar dengan berbagai ukuran.

     Peralatan yang diperlukan dalam menyiapkan bahan eksplan sangat bervariasi,
tergantung kepada jenis eksplan yang akan digunakan. Jika menggunakan buah anggrek
sebagai bahan eksplan, peralatan yang diperlukan cukup gunting stek atau gunting kertas,
pinset, dan gelas piala 150 ml. Jika eksplan yang akan digunakan adalah pisang, peralatan
untuk menyiapkan bahan eksplan adalah golok, linggis untuk menggali anakan, ember
sebagai wadah bonggol, pisau, dll.

     Penanaman eksplan dan subkultur mutlak menggunakan laminar air flow cabinet
(LAF). Sebelum penanaman, biasanya proses sterilisasi tahap akhir bahan eksplan
dilakukan di dalam LAF. Pada umumnya rangkaian kegiatan bekerja di LAF adalah
sterilisasi eksplan, isolasi, dan penanaman eksplan. Proses sterilisasi biasanya sudah
dimulai sejak bahan eksplan diambil, di luar LAF seperti perendaman di dalam larutan
fungisida atau bakterisida, pencucian dengan detergen, dll. Selanjutnya tahap akhir
sterilisasi dilakukan dalam LAF.

Cara Menggunakan LAF

1. Hubungkan LAF dengan sumber arus listrik. LAF yang selalu digunakan, biasanya
sudah langsung tersambung dengan arus listrik.
2. Nyalakan lampu UV minimum selama 30 menit, sebelum laminar air flow digunakan.
Hindarkan sinarnya dari badan dan mata.
3. Jika LAF menggunakan kaca penutup depan, dibuka terlebih dahulu
4. Semprot permukaan dalam LAF dengan alkohol 70%
5. Semua alat-alat steril yang akan dipergunakan dimasukkan ke dalam LAF dengan
disemprotkan alkohol 70% terlebih dahulu.
6. Jalankan air flow nya dengan menghidupkan blower.
7. Nyalakan lampu neon yang ada dalam ruang LAF
8. Sebelum bekerja dalam LAF tangan pekerja disemprot dahulu dengan Alkohol 70%,
dan biarkan kering dahulu.
9. Nyalakan lampu alkohol.

Peralatan yang harus dimasukkan ke dalam LAF adalah botol berisi spritus, lampu
bunsen, cawan petri steril, scalpel beserta mata pisaunya, pinset. Semua peralatan yang
dimasukkan ke dalam LAF harus dalam keadaan steril.

Aklimatisasi adalah proses adaptasi tanaman pada lingkungan yang baru. Planlet
hasil in vitro sebelumnya ditumbuhkan di dalam botol kultur dengan lingkungan yang
terkendali, dari kondisi heterotrof (memperoleh makanan/energi dari bahan organik)
menjadi autotrof. Autotrof adalah organisme secara mandiri dapat memenuhi bahan
organik yang dibutuhkannya dengan cara mensintesisnya dari bahan anorganik.

Peralatan utama yang diperlukan dalam kegiatan aklimatisasi adalah panci atau baskom
untuk mencuci planlet, pinset panjang untuk mengeluarkan planlet dari botol, gunting
untuk memotong bagian planlet yang mati, pisau jika diperlukan untuk membuang bagian
yang tidak diperlukan, polibag atau pot, ember, koret,dll. Sarana yang diperlukan untuk
aklimatisasi adalah rumah naungan beserta rak tanaman.

Peralatan dalam pengujian mutu benih di laboratorium

Pengujian mutu benih di laboratorium bertujuan untuk mengetahui kualitas benih,
meliputi kualitas genetis, morfologis/fisik, dan fisiologis benih. Pengujian mutu benih
dilakukan dalam rangka pemberian sertifikat sebelum benih tersebut dipasarkan. Hal ini
dimaksudkan agar petani pengguna benih memperoleh benih yang baik dan benar.
Pengujian mutu benih di laboratorium dibedakan menjadi dua golongan, yaitu
pengujian standar dan pengujian khusus/spesifik. Pengujian standar adalah pengujian
mutu benih untuk keperluan pengisisan data label, meliputi penetapan kadar air,
kemurnian, penetapan varietas lain, dan daya tumbuh. Pengujian khusus adalah
pengujian tentang sifat-sifat benih yang mencirikan mutu spesifik dari kelompok benih,
hanya dilakukan atas permintaan khusus dari pemilik benih. Pengujian khusus meliputi
pengujian viabilitas benih secara biokemis, penetapan berat 1000 butir, penetapan
heterogenitas kelompok benih, pengujian kesehatan benih, pengujian kebenaran kultivar,
dan pengujian vigor.

Peralatan yang digunakan dalam pengujian mutu benih lebih dirinci pada bab VI,
pada bab ini hanya dibahas peralatan utama yang digunakan. Pengujian penetapan kadar
air benih dengan metode oven peralatan yang digunakan adalah oven yang dilengkapi
termostat, timbangan analitik, desikator yang berisikan desikan (silica gel), seed grinder,
dan cawan porselen. Peralatan utama yang digunakan dalam pengujian kemurnian benih
adalah meja analisis kemurnian (purity working board), timbangan analitik, kaca
pembesar (loupe). Cara mengoperasikan meja kerja analisis kemurnian benih yaitu
dimulai dengan menghubungkan alat dengan sumber arus listrik, nyalakan lampu meja,
letakkan menyebar benih di atas kaca meja, masukkan wadah ke dalam laci meja (3
wadah untuk masing-masing komponen), lakukan pemisahan komponen (analisis
kemurnian), selesai analisis matikan lampu meja dan cabut kontak sumber arus listrik,
terakhir bersihkan meja.

Peralatan yang digunakan untuk pengujian viabilitas benih secara biokimia
(mengguna tetrazolium) adalah pisau scalpel atau cutter, pinset, kaca pembesar (loupe
atau stereo microscope), gelas piala (beaker glass), jarum, oven (diatur suhu 30—40 0C),
timbangan analitik, dan saringan teh. Peralatan utama yang dipakai dalam pengujian daya
tumbuh benih (daya berkecambah) adalah germinator.

Comments

Popular posts from this blog

BAB VIII PENGUJIAN MUTU BENIH - CHAPTER VIII TESTING OF QUALITY SEED

Tujuan Pengujian Mutu Benih Pengujian mutu benih di laboratorium bertujuan untuk mengetahui kualitas benih, meliputi kualitas genetis, morfologis/fisik, dan fisiologis benih yang digunakan untuk keperluan penanaman. Keterangan mutu benih tersebut mungkin diperlukan oleh produsen, pengawas, pedagang, maupun pemakai benih. Keterangan mutu benih untuk keperluan pengawasan dan sertifikasi benih, pengujian mutunya harus dilakukan di laboratorium Balai Pengawasan Sertifikasi Benih yang terdapat di setiap daerah. Pengujian mutu benih di laboratorium dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu pengujian standar dan pengujian khusus. Pengujian standar adalah pengujian untuk keperluan pengisian/pengecekan data label. Pengujian standar umumnya terdiri atas (1) pengujian kadar air, (2) pengujian kemurnian, (3) penetapan varietas lain, dan (4) pengujian daya tumbuh. Pengujian khusus atau spesifik adalah pengujian tentang sifat-sifat benih yang mencirikan mutu spesifik benih atau kelompok...

BAB I KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA - CHAPTER I HEALTH AND SAFETY SAFETY

JENIS - JENIS BAHAYA DAN PROSEDUR K3 DI LABORATORIUM KULTUR JARINGAN         Kecelakaan biasanya terjadi karena seseorang mengabaikan keselamatan saat sedang bekerja di laboratium kerja. Jenis bahaya potensial dapat disebabkan oleh radiasi ultraviole, bahan yang mudah terbakar, bahan kimia, kontaminan, dan perlatan yang sedang digunakan.        Pada proses pembuatan media kultur dan sterilisasi eksplan pekerja selalu berhubungan dengan penggunaan bahan -  bahan kimia bersifat racun yang dapat menciderai dirinya, baik melalui pernafasan maupun sentuhan kulit. Beberapa dari bahan kimia ini yang berpotensi membuat bahaya bagi pelaksana di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman adalah : Bahan yang bersifat abrasive: Al2O3 (alumina Oksida), Kapur/Calcium Carbonat (CaCO2), Silica dari alumina, besi, cobalt magnesim, dan lain - lain. Cairan electrolit seperti, HCI, NaOH, H2SO 4 Pestisida, Insectisida, Bayclin, dll.     ...

BAB VII PENGOLAHAN DAN PENYIMANPANAN BENIH - CHAPTER VII PROCESSING AND SETTLEMENT OF BENEFITS

Viabilitas dan vigor setiap jenis benih tanaman berada dalam keadaan maksimum pada saat buah masak penuh, kecuali benih dalam keadaan dormansi. Sejak benih mencapai masak fisiologis (buah masak penuh), viabilitas dan vigor benih tanaman menurun dan yang dapat kita kerjakan yaitu memperlambat penurunan ini sebesar mungkin. Pengolahan benih bertujuan mempertahankan viabilitas benih yang dicapai pada saat panen dan menekan laju kemunduran/penurunan mutu benih selama proses pengolahan dan penyimpanan benih. Bila tanaman tidak segera dipanen, kemunduran dapat terjadi di lahan produksi. Kadar air benih yang tinggi disertai dengan temperatur yang tinggi di lapang dapat merusak benih, demikian juga oleh cuaca, insekta dan penyakit. Ditambah pula tindakan yang berlebihan dalam panen dan pengolahan untuk menyiapkan benih siap dijual dapat merusak benih akibat kerusakan mekanik. Jumlah kerusakan mekanik yang diderita oleh benih berhubungan sangat erat dengan kadar air benih. Kadar ai...